Showing posts with label Fashion label review. Show all posts
Showing posts with label Fashion label review. Show all posts

Sunday, September 5, 2010

The Continuing Enigma x Putri Macan

Salah satu fashion label lokal berkualitas, The Continuing Enigma, baru saja merilis produk kolaborasinya dengan Putri Macan (she's our officer!). Dijual terbatas dengan harga 125ribu per biji, para pembeli bakal langsung mendapatkan t-shirt, artwork berupa postcard, plus tote bag menarik. Untuk yang berminat, info lebih lanjutnya bisa dilihat di bagian bawah postingan ini.

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Foto : Faris Shidqi
Pengarah : Aghastyo Ghalis & Faris Shidqi
Model : Nabil


"The Continuing Enigma/TCE is the Surabaya(ID)-based creative community and fashion label. TCE supports local artist and creative communities by producing sellable merchandises in order to widen the public awareness on local creative scene. TCE's main collections are tees, hoodies, and Surabaya-artist's works in merchandises on a very limited 12 pcs per series worldwide."

The Continuing Enigma X Putri Macan

Limited 12pcs | Only for 125k IDR | Tshirt + artwork + tote bag

BOX TEES
Size(cm): Length = 65.0 | Chest = 56.5 | Shoulder = 34.5

for order & information, send by email to info@thecontinuingenigma.com
or contact +628121631685


www.thecontinuingenigma.com

or follow their fresh updates on Twitter : @The_Cont_Enigma

Saturday, July 3, 2010

STAB S/S 2010 : PIPA PIPA

Mengulang sukses pada koleksi pertama beberapa bulan lalu (baca postingan sebelumnya), kini STAB (stare a bit) kembali hadir dengan menyajikan koleksi terbaru untuk season Spring/Summer 2010,Pipa Pipa”. Koleksi yang akan dirilis pada event Brightspot Market mendatang ini, dalam pembuatannya masih bertaut pada filosofi “stare a bit”, yaitu melihat sesuatu secara mendalam sebagai inspirasi dibuatnya sebuah koleksi. Dalam suatu sesi wawancara dengan 2 desainer STAB, Bitha Suryohadiprojo dan Dewi Asthari, kru Surabaya Fashion Carnival mencoba mengorek informasi tentang koleksi terbaru tersebut.

Bitha Suryohadiprojo & Dewi Asthari :
“Suatu saat kami sedang berada di jalan tol dan melihat tabung-tabung pipa berjejer di pinggir jalan. Kami langsung terinspirasi untuk menjadikannya sebuah tema pada koleksi terbaru STAB. Setelah melalui beberapa proses pengerjaan, maka jadilah serangkaian items dengan berbagai detail yang menarik. Disini kami tetap bermain-main dengan konsep loose-fitting dan tehnik drapping, lipatan, kerut, serta berinovasi dengan menggunakan bahan silicon. Tentunya, kami juga mengaplikasikan bentuk-bentuk lingkaran dan silinder yang terlihat pada beberapa item.”





”..... dalam produksinya, kami membuat perbedaan pada jumlah masing-masing item. Leggings, front detailed tank, dan puffy jacket termasuk dalam limited items. Nah, kalau masih pada penasaran dan ingin melihat langsung koleksi ini, kami menganjurkan kalian untuk datang ke Brightspot Market pada tanggal 8 sampai 11 Juli 2010 di lantai 4 Plaza Indonesia Extension, Jakarta.”





“Oya, sebelumnya kami juga membuat sebuah video sebagai salah satu materi promosi untuk customer. Berkolaborasi dengan Kuteu Padmanegara, kami mencoba memberikan preview tentang koleksi terbaru STAB yang bertemakan sebuah pipa.”

"Sampai saat ini, koleksi kami masih berfokus pada womenswear. Namun, nggak menutup kemungkinan juga kalo sewaktu-waktu kami mencoba merambah ke koleksi menswear. Last but not least, STAB akan hadir di ORE Premium Store dalam waktu dekat! Ditunggu ya!”


STAB (stare a bit)
info@stareabit.com
www.stareabit.com
*Untuk download lookbook STAB : Pipa Pipa collection, klik disini

Friday, July 2, 2010

ALLTHETHINGSIVEDONE S/S 2010

Salah satu brand kebanggaan Surabaya, Allthethingsivedone, akan merilis koleksi terbaru pada event Brightspot Market tanggal 8-11 Juli 2010 di Plaza Indonesia Extension (Jakarta) mendatang. Berikut, simak kutipan hasil wawancara kami dengan 2 owner label tersebut, Alek Kowalski dan Dewi Asthari.

Dewi Asthari :
“Konsep koleksi Allthethingsivedone pada season kali ini adalah situasi dimana kita flash-back ke tahun 90-an; saat orang-orang sedang mengantri untuk menonton My Own Private Idaho dengan menggunakan busana denim, chambray, cotton, dan canvas suit.”

“Tentu ada perbedaan dengan koleksi Allthethingsivedone yang sebelumnya, sekarang kami lebih fokus pada finishing dan meningkatkan quality. Untuk tehnik cutting, koleksi blazer dibuat fit size dan potongan loose diperbanyak (contohnya pada boxy tees dan boxy shirt). Oh ya, item favorit kami adalah work shirt. Bahannya bagus dan detilnya banyak”






(untuk memperbesar tampilan, klik pada foto)

Alek Kowalski :
“Sementara itu, warna-warna yang kami gunakan tidak terlalu menjurus ke era tahun 90-an. Lebih menyesuaikan ke jaman sekarang dengan menggunakan warna-warna khaki dan solid, seperti old navy.”

Dewi Asthari :
“Koleksi ini akan dirilis di event Brightspot Market mendatang dan setelah itu akan tersedia di ORE Premium Store. Price range berkisar antara 65 ribu sampai dengan 500 ribu rupiah.”




(untuk memperbesar tampilan, klik pada foto)

Alek Kowalski :
“Mengenai konsep label Allthethingsivedone itu sendiri, sebenarnya label ini merupakan portfolioku dengan Dewi tentang proyek yang telah kami lakukan. Tidak harus selalu berhubungan dengan fashion, karena untuk proyek selanjutnya kami bisa saja merambah ke bidang lain. For example, membuat record label atau bahkan sebuah band!”


(untuk memperbesar tampilan, klik pada foto)

ALLTHETHINGSIVEDONE
astharek.allthethings@gmail.com
www.allthethingsivedone.com
(tersedia lookbook untuk di-download)
www.twitter.com/ALLTHETHING

Monday, February 22, 2010

KAMENGSKI

Untuk para pembaca setia Surabaya Fashion Carnival, mungkin kalian akan menyadari ada yang sedikit berbeda pada postingan kali ini. Yap, apabila biasanya kami hanya ngebahas tentang Surabaya, sekarang kami akan mulai jalan-jalan ke kota lainnya. Nah, untuk pilihan pertama, kami jatuhkan ke kota Jakarta yang mengalami perkembangan fashion sangat pesat. Yuk daripada penasaran, kalian simak deh hasil wawancara kami dengan Aditya Fachrizal Hafiz dan Sulaiman Said yang berstatus sebagai mahasiswa Institut Kesenian Jakarta sekaligus para founder untuk sebuah brandKAMENGSKI”.

Photobucket

Siapa sajakah yang terlibat dalam project ini?
Awalnya KAMENGSKI didirikan oleh 4 orang pemuda yang cukup tampan yaitu Sulaiman Said (Said), Gilang Merdeka (Deka), Adam Pitriyadin (Adam) dan Aditya Fachrizal Hafiz (Godit). Namun di pertengahan jalan, Deka dan Adam tidak dapat meneruskan project ini karena kesibukan masing-masing, akhirnya sisanya tinggal kami berdua (Said dan Godit – red).

Ceritain dong tentang awal berdirinya KAMENGSKI.
Di awal tahun 2009, KAMENGSKI lahir karena kekacauan yang terjadi pada industri clothing yang terjadi di Jakarta. Kita merasa kecewa setelah melihat beberapa brand yang memiliki kualitas bagus tetapi tidak diimbangi dengan ide-ide visual yang baik pada setiap desainnya. Pada saat itu, kami berempat yang merupakan mahasiswa dari satu-satunya sekolah tinggi yang berbasis kesenian di Jakarta yaitu Institut Kesenian Jakarta (IKJ), mempunyai gagasan dan sepakat untuk membangun sebuah brand yang bernama KAMENGSKI. Dimana dengan harapan brand ini akan menjadi sebuah solusi dalam menyikapi keadaan yang terjadi pada industri clothing dan sebagai tempat menyalurkan ide-ide visual menarik dari pemuda-pemudi kreatif di Indonesia yang notabene telah melewati proses akademik di bidang kesenian, khususnya seni rupa.

Bagaimana dengan konsep produknya?
KAMENGSKI adalah sebuah brand yang mempunyai konsep menampilkan karya seniman-seniman muda berbakat yang memiliki latar belakang pendidikan kesenian dari berbagai kota di Indonesia. Dengan harapan kami dapat mengaktualisasikan karya-karya mereka ke tengah masyarakat pada umumnya dan untuk kaum muda pada khususnya. Selain itu, setiap produk hanya diproduksi terbatas, atau sering kita sebut dalam bahasa inggris “limited edition”; guna menambah nilai lebih dari brand dan tiap produk KAMENGSKI itu sendiri.

Photobucket

Berikan penjelasan singkat tentang tehnik dan proses pembuatan produk.
Kami berdua selalu mencari visual artist yang pantas untuk dapat menampilkan karyanya pada setiap produk KAMENGSKI. Untuk tehnik proses pembuatannya, kami serahkan sepenuhnya pada vendor.

Apakah yang menginspirasi kalian untuk melakukan project ini?
Faktor-faktor sosial, latar belakang, dan lingkungan sehari-hari yang memberikan pengaruh besar dan menjadi inspirasi kami.

Apa yang merupakan ciri khas dari desain KAMENGSKI?
Ciri khasnya adalah karakter-karakter visual yang unik dari para artist yang terlibat dalam project ini. Biasanya orang awam menyebut ini ”aneh” dan hanya logo KAMENGSKI yang bisa menyatukan ragam visual sehingga menjadi kesatuan yang utuh. Disamping itu, kami selalu memberikan bonus menarik dalam tiap edisi produk KAMENGSKI ;)

Photobucket

Bisa gak sih para customer melakukan sistem pembelian ’order by request’? Misalnya gambar ilustrasinya dari mereka sendiri, lalu untuk sablon atau tehnik pembuatannya diserahkan sepenuhnya pada kalian; atau misalnya untuk order size LLL gitu?
Bisa-bisa aja kok, tapi dengan skala produksi yang cukup banyak ya. Kalo untuk satuan mustahil kayaknya, hehehe.

Apakah produk-produk yang dijual Kamengski hanya sebatas kaos dan tas saja?
Ya, memang kebanyakan produk dari KAMENGKSI adalah kaos karena mempunyai bidang yang cukup besar untuk menampilkan karya dari para artisan KAMENGSKI. Tetapi, baru-baru ini kita membuat mug bergambar Andy Warhol dan jaket ekslusif yang semuanya diproduksi dengan skala kecil. Namun, kita akan selalu melakukan inovasi untuk mengembangkan project ini. Doakan saja ya semoga kita cepat besar! Amin! KEEP SUPPORT LOCAL PRODUCT!!

Photobucket

Photobucket

Nah, sekarang jelasin dong cara pembelian produk KAMENGSKI.
Pembelian dapat dilakukan via online, para customer bisa mengecek produk kami terlebih dahulu di http://www.kamengski.com lalu hubungi no. +62 818 90 4231 / email ke kamengski@yahoo.com untuk kelanjutan pembeliannya.

Produk KAMENGSKI juga tersedia di RURU SHOP, JL. Tebet Timur Dalam Raya No.6 Jakarta Selatatan 12820. Telephone/fax : +62 21 8304220

Account Facebook/Twitter?
Facebook : http://www.facebook.com/kamengski
Twitter : @Kamengski

Komentar tentang pergerakan fashion di Surabaya?
Untuk Surabaya sepertinya makin berkembang. Bagus lah.. oke-oke kok! Sama aja sih sebenernya seperti kota-kota besar lainnya.

Oke deh bang Godit dan bang Said, makasih banyak ya atas waktunya! Sukses selalu untuk KAMENGSKI!
Sama-sama ya, terimakasih kembali.. sukses terus juga buat SFC!

Tuesday, February 16, 2010

STAB (stare a bit)

Satu lagi gebrakan baru dari desainer muda yang berasal dari Surabaya. Berawal dari obrolan iseng 2 orang sahabat yang sama-sama alumni SMA Negeri 2 Surabaya, a ready-to-wear label bernama ”STAB (stare a bit)” berhasil didirikan oleh Dewi Asthari dan Bitha Suryohadiprojo pada bulan Mei 2009.

Photobucket
Dewi Asthari & Bitha Suryohadiprojo
(they're wearing their own pants collection)
foto : dokumen pribadi STAB
.

Mencapai suksesnya dengan review yang terdapat di berbagai media komunikasi massa elektronik seperti DailyWhatNot, Rotten Fresh, Happy People Don’t Complain; kualitas produk STAB tidak dapat diragukan lagi. Terbukti juga dengan keikutsertaan mereka ke dalam sebuah event Brightspot Market X'Mas Edition di Plaza Indonesia Jakarta pada tanggal 11- 13 Desember 2009 lalu.

Nah, pengen tau apa aja sih poin-poin menarik yang dimiliki STAB sehingga dapat meramaikan perhelatan dunia fashion di kota metropolitan? Simak wawancara kami dengan mereka berikut ini.


SFC : Ceritain dong gimana awalnya bisa ngebikin label STAB ini?
STAB : Sebenernya STAB ini berawal dari obrolan iseng kami mengenai fashion. Kami berdua emang suka banget sharing-sharing masalah perkembangan fashion, secara dulu Dewi merupakan lulusan fashion design dari Raffles Design Institute Singapore dan Bitha yang pernah belajar fashion marketing di London. Akhirnya, kami berdua memutuskan untuk mendirikan label ini pada bulan Mei 2009. Nah, nama STAB itu sendiri sebenarnya adalah singkatan nama kami berdua, namun kami kembangkan lagi menjadi “Stare A Bit” yang merupakan cara kami mendapatkan inspirasi dari lingkungan sekitar. Hal-hal yang berada di sekeliling kami tersebut ternyata bisa jadi inspirasi untuk membuat detil-detil pada baju.

SFC : Wow, iya setuju banget nih kalo ternyata hal-hal dari lingkungan sekitar bisa dijadikan inspirasi untuk membuat sesuatu. Nah, lalu apakah yang menjadi inspirasi kalian berdua sehingga muncul first collection STAB yang berjudul “We’re Knotting”?
STAB : Oke, mengapa disebut “We’re Knotting”? Karena kami menjadikan tali-temali (knotting) sebagai tema koleksi perdana ini. Berawal ketika kami sedang berada di jalan, kami melihat seorang pengendara sepeda motor yang mengangkut berbagai barang dengan mengikatnya menggunakan tali. Dari situ lah akhirnya kami mendapatkan ide untuk mengaplikasikan tali ke setiap detil baju yang kami buat.

Photobucket


SFC : Good job! Nah terus gimana sih proses produksi STAB dari tahap merancang sampai final? Jelasin juga ya pembagian job desk-nya antara kalian berdua.
STAB : Proses produksinya memakan waktu sekitar 4 bulan dan berjalan sesuai standar, tapi biasanya sih kami melakukannya dengan spontan, jadi tanpa melalui proses sketsa dan langsung buat aja gitu. Hehehe. Nah, untuk pembagian job desk-nya nih, Dewi mengurus bagian produksi dan Bitha berada di bagian marketing (Bitha berdomisili di Jakarta – red). Namun, dalam melakukan tahap brainstorming hingga desain, kami melakukannya bersama-sama.

SFC : Balik lagi ya ke preview first collection STAB, bisa kasih deskripsi singkat gak mengenai koleksi tersebut?
STAB : Untuk kuantitas produksi first collection ini, setiap pilihan warna pada sebuah item rata-rata diproduksi sekitar 30-40 buah (1 item terdiri dari 2-3 pilihan warna – red) dan harganya berkisar dari Rp 200.000,00 hingga Rp 500.000,00 per item. Tentang pilihan warna, kami memang gak terlalu mematok harus menggunakan warna tertentu. Semuanya dipilih secara spontan dan saat itu kami ingin menggunakan warna-warna yang ceria seperti oranye, biru muda, pink muda, jadi nggak harus monokromatik gitu. Yang menarik dari desain kami adalah kami selalu menambahkan unsur ”Do-It-Yourself” pada setiap detil baju sehingga para pemakai bisa membuat variasi sesuai selera mereka. Disamping itu, dalam pembuatannya, kami sering melakukannya dengan spontan!

Photobucket


SFC : Siapa sajakah target sasaran pemasaran kalian?
STAB : Kami nggak mematok umur, siapa saja bisa membeli dan memakai produk kami. Dibuktikan dari penjualan saat Brightspot Market kemarin, ternyata para konsumen kami berasal dari kalangan anak SMP sampai ibu-ibu rumah tangga.

SFC : Cool! Nah mengacu pada keikutsertaan dan penjualan kalian di Brightspot Market nih, punya tips dan trik khusus gak sih agar bisa sampai diminati masyarakat luas, gak melulu hanya di Surabaya aja?
STAB : Sebenernya semua itu end-up nya di kualitas barang yang bagus ya, jadi kalo pengen bisa sampe dikenal di masyarakat luas sih mending bener-bener perhatiin kualitas barang dari awal. Selain itu, perluasan koneksi bisnis dan pertemanan juga penting lho.

SFC : Yap, setuju banget! Oke deh, makasih banyak ya atas kesediaan waktunya untuk diwawancara. Sukses terus ya buat STAB, kami tunggu next collection-nya!
STAB : Oke sama-sama ya. Next collection will be on April – May 2010, dengan tema yang berbeda pastinya ;)

STAB
(stare a bit)
Contact : stareabit@gmail.com
Facebook page : here
Download STAB "We're Knotting" lookbook : here
(RECOMMENDED! see the whole items for this collection!)

Saturday, November 28, 2009

Mew Par Aprilmodz

Photobucket

Q : Hello, Mursal dan Tika! Ceritain dikit dong tentang Mew Par Aprilmodz.
A : Hello juga! Proyek ini dimulai sejak tahun 2006, tapi awalnya kita cuma ngebikin semacam aksesoris aja gitu dan kita jual di ROTTA. Nah, untuk yang kali ini, kita mulai ngebikin clothing label dengan konsep casual dan simple yang desainnya bisa berubah-ubah tiap season. Untuk season sekarang sih dibuat lebih kalem dan basic aja. Sementara kalo tentang segmen pasar, sebenernya kita lebih ke menuju ke anak muda lah ya, tapi gak nutup kemungkinan juga kalo misal ada tante-tante cantik dan fashionable yang mo make produk kita, hehe. Hm.. pokoknya umum aja deh, bagi siapa saja yang ’sadar fashion’!

Q : Sip! Terus-terus nih, apa sih yang menginspirasi kalian sehingga terpikir untuk melakukan project ini?
A : Mm.. pengen aja sih di Surabaya itu bisa ada sebuah local brand yang notabene bukan termasuk kategori clothing yang dijual di distro-distro ataupun premium store. Jadi pengennya brand ini tidak memandang dari genre manapun, pokoknya intinya buat semua orang yang ’sadar fashion’.

Q : Oh gitu.. lalu apa yang merupakan ciri khas dari desain Mew Par Aprilmodz?
A : Nggak ada ciri khusus sih, mungkin ya balik lagi ke desainnya yang simpel dan basic itu tadi. Oh iya, satu lagi, semua produk kami ini tergolong handmade lho, sehingga kita ngeproduksinya juga limited. Tiap produk cuma dibuat maksimal 12 buah aja, kecuali kaosnya yang sekitar 30 buah. Semuanya dengan harga terjangkau lho!

Photobucket

Photobucket

Q : Nah kalo gitu, gimana sih cara pemasaran dan pembelian produk ini?
A : Tadinya sih mau nitip gitu di tokonya temen, tapi quantity produk kita masih sedikit. Jadinya sejauh ini pemasarannya masih melalui jalur online deh. Untuk cara pembeliannya gampang kok, tinggal kirim message aja di account Facebook kita atau kalo pengen cepet, kirim SMS aja. Gampang ‘kan? Oh ya, dan untuk ongkos kirimnya sih gratis kalo buat yang di Surabaya, kalo di luar Surabaya baru deh dikenakan biaya.

Q : Ada gak sih cara perawatan tersendiri setelah membeli produk dari Mew Par Aprilmodz?
A : Gak ada, tergolong mudah kok perawatannya karena kita udah milih bahan yang bagus dan berkualitas. Pokoknya gak kalah deh sama brand-brand dari luar negeri!

Q : Kalo ditanya tentang inspirasi dan influence kalian ketika membuat desain Mew Par Aprilmodz?
A : Depend on my mood ya.. (Tika said). Season sekarang ini lebih terinspirasi dengan yoghurt, cupcakes, warna-warna pastel gitu lah, pokoknya makanan-makanan manis. Simpel banget ’kan? Eh kita kasih bocoran juga ya, untuk season selanjutnya mungkin akan dibuat lebih berbeda, namun tetep simpel dan casual. Ditunggu aja deh tanggal maennya, hehehe.

Q : Oke, bakal ditunggu deh! Jadi gak sabar juga nih kita. Hehehe. Oiya, pengen tau nih, siapa sih fashion designer favorit kalian? Lokal ato internasional boleh lah, atau urban artist kalo misalnya ada juga gak apa-apa.
A : Untuk lokal kita ngefavoritin Biyan, Priyo Oktaviano, Caggy, Maria Agnes, Lenny Agustine, dan lain-lain. Banyak deh, hehehe. Kalo internasional, kita suka banget sama Rei Kawakubo, Anna Sui, Marc Jacobs, Alber Elbaz, Jeremy Scott, Henry Holland, banyak juga lah!

Q : Hihihi iya emang karya mereka hebat-hebat semua! Gak salah deh jadi favorit. Terus nih, komentar kamu tentang pergerakan fashion di Surabaya?
A : Di Surabaya belakangan ini sih udah mulei terlihat oke, beda banget deh dari 3-4 tahun yang lalu ketika para cowok terinspirasi banget dengan bergaya ala aktor-aktor serial TV dari Taiwan. Hehehehe.. tapi tetep sih Surabaya belom bisa ngalahin Jakarta dan Bandung..

Q : Iya sih emang di Surabaya ini masyarakatnya kebanyakan masih malu-malu buat ngekspresiin diri mereka lewat fashion. Mungkin karena keadaan cuaca Surabaya yang panas banget ini ya, jadinya mereka pilih yang praktisnya aja. Eh iya, kita mau minta komentar kalian juga nih. Kira-kira kalian bakalan antusias gak kalo tiba-tiba akan diadakan pesta kostum yang mengintegrasikan fashion dan musik di Surabaya?
A : Antusias dong pastinya! Jarang-jarang soalnya ada event gitu, eh kayaknya juga gak pernah deh. Emang bakal ada ya? Kapan sih?

Q : Hahahaha.. masih wacana aja sih, tapi juga belom dirundingin lebih lanjut. Oke, terimakasih atas kesediaan waktunya untuk diwawancara ya, Mursal dan Tika!
A : Sama-sama, terimakasih kembali!

Photobucket

Talent : Ilona Angdjaja
Photographer : Krishna Pradana

MEW PAR APRILMODZ
aprilmodz@gmail.com
+62 813 3562 5777
Facebook account : here

Thursday, July 23, 2009

YES! YOU CAN new merchandise : FILL ANOTHER EMPTY ROOM

Please welcome, one of our mate presents his new merchandise for this July.

YES! YOU CAN
"FILL ANOTHER EMPTY ROOM"
WATCHING YOU AT THE 2ND TIME


Photobucket

Photobucket
yesyoucan tees Rp 80.000,00
available sizes : S-M-L-XL


Photobucket
dressupeveryday Rp 80.000,00
available sizes : S-M-L-XL


..... and check our short interview with YES! YOU CAN founder.
Here you go, Krishna Pradana!

Photobucket
"YES! YOU CAN has been existed since approximately a year go and our personal style is just simple. I couldn't explain about my 1st merchandise, I just created the design and that's all came without any plans 'til the process of production.

I'm so totally inspired by death, metal, oldskool, junk food, horror movies, punk, candy, androgyny, comics, and simply style. They're surrounding us, we learn from 'em, and they're implied as my influences.


About this 2nd merchandise, it's limited, and I only produce a few of them with variation of sizes.
Space and death metal font type may become the concept behind."

How to buy this merchandise?
E-mail : krishnapradana@yahoo.com
Contact : 081938029798

Grab 'em fast, people!
Recommended! :)

Sunday, May 17, 2009

CUATRO

Photobucket

Hello readers! Sering ga sering, pasti kalian pernah masuk distro, kan? Entah beli baju atau hanya sekedar melihat-lihat, coba kalian perhatikan clothing line yang ada disitu. Yeah, mayoritas datangnya dari Bandung. Where’s the heck from Surabaya anyway? Apakah anak Surabaya terlalu konsumtif sehingga tidak ada ide untuk membuat clothing line? Wah ternyata enggak juga, lho. Ada CUATRO, clothing line dari Surabaya yang sudah lumayan eksis terlihat di distro-distro.

Seperti konsep awal yang telah SFC rencanakan sebagai sarana penyaluran kekreatifitasan dari teman-teman kita di Surabaya dalam bidang fashion, kita dipercaya CUATRO untuk menjadi media publikasi atau penyalur informasi tentang keberadaan clothing line ini. Sebelum kalian simak hasil wawancara kami dengan mereka, kita mau ngenalin dulu nih sebenarnya siapa aja sih yang berperan dibalik CUATRO. 1-2-3 here they are!


Photobucket

(Dari kiri ke kanan)

Hendra Prasetyoadi (22)
Fisip UNAIR/2007
FB: hendrapolitik07@gmail.com

Edbert William (24)
DKV UK Petra/2005
FB: the_edbertwilliam@yahoo.com

Junartha Yusuf (22)
Kuliah/angkatan : UK Petra/2004
FB: jojo2pindo@yahoo.com

Rafael Rio (21)
Kuliah/angkatan : UK Petra/2005
FB: rafaelrio@ymail.com

Denta Prawidhana (22)
ITS D3 Sipil
FB : denta_prawidhana@yahoo.com
(dia sayangnya ga bisa hadir waktu sesi wawancara)


Photobucket

Photobucket


Berikut adalah hasil wawancara kami dengan mereka..

1. Apakah definisi CUATRO?
C untuk Clothing.. U untuk uang.. hahaha becanda.. hmm yang pasti media untuk mencari uang dalam bidang clothing, hehehe..

2. Wah singkat padat dan jelas, ya. Hehehe.. Selain t-shirt kalian ngeluarin produk lain enggak?
Iya ada.. selain t-shirt kita ada Jaket,tas,sabuk,dompet ama polo shirt.

3. Ceritain sedikit tentang gimana dan kapan terbentuknya CUATRO?
Sebetulnya CUATRO sudah terbentuk sejak tahun 2007, tepatnya pada tanggal 9 Februari. Waktu itu kami masih beranggotakan 9 orang, sedangkan sekarang kami hanya tinggal berlima aja.

4. Hal apa yang mendorong kalian untuk membuat clothing line seperti ini?
Karena kami dulu suka banget beli baju keluaran dari distro. Trus lama-lama muncul dibenak kami, kenapa enggak bikin clothing line sendiri aja ya? Selain desainnya bisa bikin sendiri, pastinya bisa buat cari penghasilan tentunya.

5. Kalau konsep desain CUATRO?
Sebetulnya kami mencoba untuk mengikuti pasar saja, kami fleksibel dalam hal tersebut. Tetapi karena akhir tahun kemarin nu-rave menjadi sangat digemari, sehingga sampai sekarang konsep desain kami lebih mengarah pada hal tersebut.

6.Dimana kita bisa mendapatkan produk kalian?
Surabaya : AIOLA store, Garlick store dan Glam Rock.
Jakarta : Coral dan Racer Kid
Bali : Shooters
Makassar : Paper Clip

7.Wow sudah produksi dimana-mana ya ternyata! Well, kalo visi dan misi CUATRO sendiri?
Visi kami adalah menularkan tren global kepada para konsumen di Surabaya, sehingga akhirnya anak-anak di Surabaya tidak hanya memakai model baju yang itu-itu saja tetapi jadi lebih global lagi.
Misi kami sendiri adalah untuk mencoba mengedukasi masyarakat dalam berfashion.

8. Wah, sip deh.. sekarang kasih saran dan kritik buat SFC dong!
Kami setuju dan mendukung sekali kalau kalian membantu publikasi dan promosi brand lokal dari Surabaya tentunya, jadi kalau bisa dipertahankan. Oh ya..mungkin saran kami hanya lebih sering mencari even untuk hunting foto lagi, hehe..

Sebelum mengakhiri sesi wawancara, para tim CUATRO nyempetin ngasih tips buat kalian yang ingin bikin clothing line sendiri seperti mereka, yaitu kalian harus memiliki konsep yang out-standing, modal yang kuat juga keseriusan dalam menjalaninya.


Photobucket

Photobucket

Ssstt..!!
CUATRO juga nawarin beberapa kerjasama yang mungkin dapat kalian ikuti, mau tau apa? nih : 

1. CUATRO dapat memberikan sarana untuk penyaluran desain yang kalian buat untuk diwujudkan dalam bentuk t-shirt, dompet, sabuk, polo shirt atau apapun.

2. CUATRO juga dapat menjadi penyalur untuk kalian yang mungkin ingin membuat clothing line, tetapi terbatas dalam hal produksinya.

So buat kalian yang tertarik, bisa langsung kontak CUATRO aja di http://www.cuatromotionclothing.blogspot.com/ ato via private message ke salah satu account Facebook kru CUATRO.

Okay, thanks buat kru CUATRO buat kesediaan waktunya diwawancara kita! Sukses ya!
For you all readers, see you on the next post! :)

Thursday, January 29, 2009

The Fashionistas

* Sebelumnya, kami dari pihak Surabaya Fashion Carnival memohon maaf kepada para pihak The Fashionistas dan Tiedyekuh karena terjadi keterlambatan untuk pemunculan liputan kedua label dibawah ini.

Bagi kalian yang hobi belanja dress lucu di online shop, tentu nama The Fashionistas sudah tidak asing lagi di telinga. Pemilihan warna, pola, dan detail yang sesuai dengan kriteria remaja putri mayoritas yang girly dan up to date; menjadi salah satu faktor kesuksesan label ini dalam menarik konsumen. Ingin tahu lebih jauh tentang The Fashionistas? Simak liputan berikut ;)

Pada tanggal 7 Desember 2008, Surabaya Fashion Carnival (SFC) mendapat kesempatan menarik untuk meliput pemotretan koleksi terbaru The Fashionistas saat itu yang bertema “Merry Xmas and Happy New Year” di sebuah rumah kosong yang terletak di daerah Puncak Permai Surabaya. Ketika kru SFC datang ke lokasi pemotretan pada pukul 12 siang, cuaca sungguh tidak bersahabat dan sempat terjadi hujan deras. Namun, kegiatan pemotretan tetap berlanjut dan berjalan dengan lancar. Setelah kegiatan pemotretan benar-benar selesai, barulah kami dapat mewawancarai seorang cewek hebat berumur 22 tahun yang akan menjelaskan sedikit tentang label kebanggaannya ini.



Yessie Natasia Mareti
22 tahun
Hubungan Internasional, Universitas Airlangga
Link : her Friendster, her Facebook















SFC : Hello mbak Echie, tolong dong jelasin sedikit tentang The Fashionistas.
E : The Fashionistas adalah pembuat handmade fashion items dengan jalur pemasaran menggunakan online shop yang mempunyai sebuah label yaitu LOLLY.POP.COLORS, sebuah brand khusus dress yang unik dan lucu. Selain dress, kami juga menawarkan tas, sepatu dan aksesoris. Kelebihan yang kami punya adalah kami berkonsep memproduksi barang one of a kind (baca: diproduksi hanya 1 buah saja), jadi ntar nggak bakal ada yg ngembarin. Selain itu, produk kami juga bisa dibuat berdasarkan pesanan dan kami selalu mempunyai koleksi terbaru setiap bulannya. Kisaran harga yang kami patok disini sekitar dari Rp 100.000,00 - Rp 300.000,00

SFC : Oke, sekarang ceritain gimana awalnya bisa terbentuk The Fashionistas ini dan apa sajakah inspirasi terbesar Mb.Echie dalam pembuatan label ini?
Echie : Aku daridulu emang suka hunting barang & baju yg lucu-lucu gitu, trus eh.. ternyata banyak orang yang nitip. Akhirnya tercetus deh ide untuk membuat The Fashionistas. Memang sengaja aku pilih konsep online shop sebagai metode pemasarannya, karena ternyata pemesanan banyak dilakukan dari luar kota Surabaya. Nah, dalam pengerjaannya label The Fashionistas ini, aku nggak sendiri. Ada Raditya Moammer Khadaffi (Hidoep Itoe Indah photography) sebagai fotografer, dan Aldila Kartika Silmi serta Ermaya Andriyanti yang bertindak sebagai asisten stylist. Jika ditanya siapa inspirasi terbesarku, hmm.. aku sangat terinspirasi dengan Chictopia dan Style Bubble.


SFC : Bagaimanakah material yang digunakan dalam The Fashionistas?
Echie : Biasanya kami hunting kain di Surabaya dan Jakarta.

SFC : Bagaimana cara pembelian produk The Fashionistas?
Echie :

*gambar diambil dari account Friendster The Fashionistas

SFC : Nah, kan udah dijelasin nih tentang The Fashionistas. Sekarang ceritain dong Mbak, apa aja sih suka duka kerjanya?
Echie : Hmm.. dukanya sih pada saat menyatukan jadwal kuliah dengan kerja, serta menghadapai costumer yang mempunyai berbagai sifat

SFC: Harapannya untuk The Fashionistas?
Echie : The Fashionistas dapat diterima secara umum di masyarakat.

SFC: Amin, lalu bagaimana pendapat Mbak Echie tentang pergerakan fashion di Surabaya?
Echie : Masih belum mandiri, maksudnya adalah mereka kebanyakan masih mencontoh style orang disekitar yang mereka anggap sebagai trendsetter.

SFC : Saran dan kritik untuk Surabaya Fashion Carnival?
Echie : Harus lebih sering di update dan kalau bisa jangkauannya lebih luas lagi, ngga hanya cewek tapi cowok juga bisa sering nongol di blog ini.

SFC : Oke, Mbak. Makasih banyak atas saran dan kritik serta kesediaan waktunya juga untuk diwawancarai oleh kami ;)
Echie : Sama-sama..




*gambar diambil dari account Friendster The Fashionistas


* SFC Notes : Psssttt... be ready for February collection : Love is in the air!



Happy shopping and good luck :)

Tie DyeKuh

Di sebuah rumah bertempat di jalan Sriikana; yang tak lain adalah rumah Marsha; pada awal bulan Desember 2008, kami kru Surabaya Fashion Carnival (SFC) berkumpul setelah sekian lama melakukan inaktivasi kegiatan jurnalis fashion dalam masa perkuliahan yang baru dihadapi. Saat itu salah seorang anggota kru kami, Qza, tidak bisa hadir karena sebuah urusan penting yang harus dipenuhi. Maka itu, kami 3 orang kru lainnya, Marsha – Echa – Putri mengundang Cindy yang merupakan kerabat dekat kami untuk menggantikan tugas Qza.

Tidak hanya kami berempat saja yang menikmati suasana rumah Marsha pada sore hari itu, karena suasana bertambah meriah dan menyenangkan karena kehadiran 4 cewek cantik yang merupakan owner sebuah label independent Tiedyekuh yang sengaja kami undang untuk sesi wawancara.



*dari kiri ke kanan

Nama : Rerry Aprilia (Re)
Kuliah : Fakultas Hukum - Universitas Airlangga
Influence : Nicole Richie
E-mail : luvrhemuch@yahoo.com

Nama : Nindyakirana (Icha)
Kuliah : Fakultas Ilmu Politik dan Sosial - Universitas Airlangga
Influence : Keira Knightley, Irina L
E-mail : nisya_kejedotpintu@yahoo.com

Nama : Desty K. Martha (Desty)
Kuliah : Fakultas Ekonomi – Universitas Airlangga
Influence : Gemma Ward
E-mail : Desty_liciousme@yahoo.co.id

Nama : Yarmmani (Ajie)
Kuliah : Fakultas Psikologi - Universitas Airlangga
Influence : Mischa Barton, Cory Kennedy
E-mail : therainbowdown@yahoo.com

FACTS !








- Tie DyeKuh adalah sebuah label handmade yang mempunyai visi dan misi untuk memajukan pergerakan fashion di Surabaya. Dijual dalam kisaran harga sekitar Rp 75.000,00 – Rp 80.000,00 . Bisa dibuat khusus untuk pewarnaannya apabila membawa kaos sendiri, harganya hanya Rp 25.000,00.

- Tie DyeKuh menggunakan pewarna impor dari China dan Taiwan (Dylon/Wanteks) serta bahan kaos dari sebuah supplier di Surabaya dan Jakarta.

- Awalnya 4 cewek ini cuma seneng-seneng biasa membuat kaos tiedye, namun ternyata banyak yang membeli dan akhirnya dibuatlah label ini. Mereka tidak ingin corak tiedye hanya digunakan dalam era hippies tahun 60-an saja, tetapi bisa everlasting.

- Memilih konsep pemasaran online shop dan titip jual di Aiola store, Jl.Slamet 16 Surabaya.

- Tips perawatan dan pencucian bahan bercorak tiedye :

1. Tidak boleh menggunakan mesin cuci
2. Jangan dijemur dibawah mesin cuci
3. Jangan mencampur dengan cucian lainnya
4. Menggunakan bahan deterjen yang silky
5. Jangan dikucek
6. Jangan diperas

- Tata cara pembelian  :
1. Kunjungi Aiola store
2. atau pemesanan khusus (custom) : private message ke therainbowdown@yahoo.com atau luvrhemuch@yahoo.com atau hubungi Rhe di +628123545081.
3. Barang akan dikirim setelah uang ditransfer (jangan lupa konfirmasi terlebih dahulu)
4. Biaya pengiriman ke luar kota akan diberitahu pada saat order
5. Pengambilan order secara langsung dapat diambil di Jl. Dharmawangsa Dalam Selatan no.11 Surabaya
6. Barang yang sudah dibeli tidak dapat ditukar, dikembalikan atau diuangkan*

- Cara pembayaran :
1. Pembayaran langsung bagi yang berdomisili di Surabaya
2. Transfer ke rek: BCA / MANDIRI / BNI (nomor rekening akan diberitahu saat order)




* Link Tie DyeKuh: http://profiles.friendster.com/78803720

Okay, selamat datang kembali era hippies! ;)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...